CIANJUR – Mimpi Ida, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban dugaan perdagangan orang asal Kabupaten Cianjur, bisa kembali berkumpul dengan keluarganya terwujud. Ida yang sempat dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Dubai, Uni Emirat Arab, itu tiba di rumahnya pada Kamis (17/8/2023) dini hari.
Ida tiba diantarkan petugas BP2MI, pihak kepolisian, serta kuasa hukumnya. Suasana haru pun tak terbendung. Ida memeluk erat kedua anaknya yang sempat viral di media karena merekam permintaan bantuan pemulangan ibunda mereka.
Satu per satu Ida memeluk semua sanak saudaranya, termasuk ayahnya. Di depan ayahnya Ida bersimpuh. Ia pun meminta maaf.
Ida pun menceritakan pengalaman hidupnya selama berada di negeri orang. Ida dihadapkan dengan tidak adanya pilihan.
Baca juga: PMI Asal Cianjur yang Dipekerjakan sebagai PSK di Dubai Akhirnya Ditemukan
Jalan satu-satunya terlepas dari jeratan sindikat perdagangan orang itu adalah kabur. Namun niatnya itu urung lantaran ada ketakutan akan ketahuan hingga akhirnya akan disiksa para pelaku yang mempekerjakannya sebagai PSK.
“Pernah ada kejadian yang kabur, lalu tertangkap lagi. Ia kemudian disiksa hingga meninggal dunia,” kata Ida kepada wartawan, Kamis (17/8/2023).
Setiap hari Ida dihantui dengan kecemasan. Hingga akhirnya pertolongan datang.
Baca juga: Keluarga PMI yang Dijadikan PSK di Dubai Tunggu Kepulangan
Ia mendapat informasi bakal segera dijemput untuk dipulangkan ke Indonesia. Sebab, sindikat perdagangan orang mulai terkuak. “Alhamdulillah akhirnya bisa diselamatkan. Sangat bersyukur,” ucapnya.
Pada Selasa (15/7/2023) Ida mendapat kabar akan dipulangkan ke Indonesia. Namun ia harus memberikan kesaksian atas kasus dugaan perdagangan orang.
“Seperti bermimpi bisa tiba di rumah dan berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.
Ida menuturkan di Dubai masih cukup banyak PMI yang dipekerjakan sebagai PSK. Sejatinya, pemerintah bisa bergerak cepat menyelamatkan mereka.
Baca juga: Polres Cianjur Tindak Lanjuti Video Dua Orang Anak Minta Bantuan Ibunya Dipulangkan ke Indonesia
“Mayoritas mereka tertipu. Makanya, sekarang kebanyakan kerjanya jadi PSK,” pungkasnya.
Sementara itu, suami ida, Suryana, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kepulangan istrinya. Ia bersyukur istrinya bisa pulang dengan selamat.
“Ini harus jadi pelajaran. Saya tak akan pernah mengizinkan lagi keluarga ada yang berangkat bekerja ke luar, apalagi tanpa prosedur. Jangan sampai terulang kejadian yang dialami istri saya,” tegasnya. (red)