CIANJUR – Seorang siswa kelas 1 SMA di Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami luka di bagian tangan akibat terkena bacokan senjata tajam.
Berdasarkan informasi, korban mengalami luka bacokan di tangan saat hendak menangkis senjata tajam berupa celurit. Korban berinisial MTS ini, dibacok oleh pelajar kelas 1 yang bersekolah di SMK di Cidaun.
Kapolsek Cidaun, IPTU Yudi Heryanadi mengatakan, peristiwa tawuran ini terjadi di Kecamatan Cidaun pada Selasa (11/6/2024) sekitar pukul 15.00 Wib, tepatnya di Kampung Garduh, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Cianjur.
“Betul terjadi peristiwa itu. Mulanya pelajar dari SMK Cidaun dan korban berpapasan di jalan, kemudian korban MTS loncat dari motor ke pinggir jalan, dan memukul pelajar dari SMK Cidaun yang sedang mengendarai motor. Lalu oleng hingga terjatuh setelah itu terjadi tawuran,” tuturnya, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (12/6/ 2024).
Yudi mengatakan, setelah kejadian tersebut terjadi tawuran hingga mengakibatkan korban MTS mengalami luka bacok di tangan sebelah kiri.
“Pelaku berinisial S pelajar di salah satu SMK di Cidaun bersama IAM seorang pelajar. Sudah kami amankan beserta barang bukti yakni satu buah celurit,” katanya.
Ia mengatakan, jika beberapa pihak menginginkan kasus ini berlangsung secara damai. Namun pihak kepolisian tetap akan terus melakukan penyelidikan sesuai dengan prosedur.
“Ini kan ada tindak pidananya, dan kami akan terus melakukan penyelidikan. Hal ini juga sebagai efek jera bagi para pelaku tawuran,” katanya.
Sementara korban, MTS mengatakan, mulanya ia akan menjenguk adiknya yang berada di Pagelaran, karena tidak memiliki kendaraan ia pun meminta bantuan kepada temannya untuk mengantar.
“Ketika kami akan berangkat, ada teman yang memanggil, namun saat akan berbelok kami ditabrak oleh pelajar dari SMK tersebut hingga terjatuh,” kata korban, melalui sambungan telepon.
Ia menuturkan, saat terjatuh temannya lari namun korban menyelamatkan motor yang terjatuh.
“Saat itu ada yang mengeluarkan senjata tajam, pelaku hendak membacok ke arah kepala, otomatis saya tangkis pakai tangan,” tuturnya.
Akibat peristiwa tersebut korban pun harus mendapatkan luka 15 jahitan di tangan sebelah kiri.
“Jahitannya luar dalam karena kata yang ngobatinnya sobekannya besar sampai terlihat tulang,” katanya.
Sementara, Kuasa Hukum Korban, Topan Nugraha mengatakan, akan melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum.
“Kami imbau agar kasus ini diusut karena mengakibatkan korban mengalami luka cukup serius,” tutupnya.(*/rmd)