CIANJUR – Kasus dugaan hilangnya aset berupa pendingin ruangan (air conditioner) di RSUD Sayang Cianjur bakal didalami kepolisian. Saat ini jajaran Satreskrim Polres Cianjur masih mengumpulkan informasi.
Kasatreskrim Polres Cianjur Iptu Tono Listianto mengaku, segera menyelidiki dugaan hilangnya aset di rumah sakit plat merah itu. Namun ia belum menerima pelaporan terhadap dugaan tersebut.
“Kami sedang mendalaminya sesuai SOP,” kata Tono dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (28/7/2023).
Baca juga: Tim Khusus Masih Inventarisasi Aset RSUD Sayang Cianjur
Karena masih pendalaman, lanjut Tono, jadi belum ada pihak-pihak yang dimintai keterangan. “Kalau nanti memang diperlukan untuk klarifikasi, kami segera lakukan (pemanggilan),” tegasnya.
Dugaan hilangnya AC di RSUD Sayang Cianjur terjadi pascagempa magnitudo 5,6 beberapa waktu lalu. Dugaan temuan itu diketahui saat dilakukan rehabiltasi ruangan yang rusak terdampak gempa.
Kepala Bagian Umum RSUD Cianjur Ade Rustam, mengungkapkan, dugaan hilangnya ratusan alat pendingin ruangan diketahui saat pihak kontraktor melakukan perbaikan gedung. “Bekas AC yang diganti tidak ada,” ucapnya.
Baca juga: Kejar Target 95 Persen, Cakupan Jaminan Kesehatan di Cianjur Terus Digenjot
Aset yang diduga lenyap tak hanya AC yang jumlahnya mencapai ratusan unit. Selang tembaga untuk jalur oksigen yang terpasang dari sentral ke setiap ruang perawatan juga hilang di potong-potong.
“Semua AC dan selama tembaga itu diganti dengan barang baru,” pungkasnya. (nov)
[…] Baca juga: Nah Lho! Polisi Segera Dalami Kasus Dugaan Hilangnya Aset di RSUD Cianjur […]