‘Lato-lato’ Mulai Menyerang Sapi Jelang Idul Adha 

CIANJUR – Penyakit ‘lato-lato’ atau dalam istilah kesehatan hewan dikenal lumpy skin disease (LSD) mulai mewabah di Kabupaten Cianjur. Menjelang Idul Adha 1444 Hijriyah, setidaknya terdapat 100-an ekor sapi terpapar penyakit yang juga dikenal sebagai cacar sapi.

Kepala Dinas Perikanan Kesehatan Hewan dan Peternakan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, menyebutkan hampir dua bulan menduduki jabatan baru di dinas itu,

penyakit ‘lato-lato’ sudah diketahui menyerang hampir 100-an ekor sapi. Saat ini sapi-sapi tersebut sedang dalam penanganan.

“Kalau yang sudah kita temukan memang cukup lumayan. Ada sekitar 100 ekor. Sudah kita tangani langsung,” kata Aris, Jumat (9/6/2023).

Namun, sebut Aris, penyakit itu notabene masih bisa diobati. Terlebih, penyakitnya tak menular ke manusia.

“Untuk kembali pulih itu butuh waktu tiga sampai enam bulan,” ucap mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur ini.

Penanganan sapi yang terpapar LSD, sebut Aris, diawali dengan masa inkubasi selama 14 hari. Kemudian dilanjutkan pengobatan selama lebih kurang tiga bulan. “Nah, masa pemulihannya selama enam bulan,” kata Aris.

Bagi sapi yang terpapar LSD, Aris menyarankan agar tak diperbualbelikan. Dinas PKHP Kabupaten Cianjur akan mengawasinya di lapangan.

“Kami berharap kesadaran dari semua pihak mengawasi seandainya ada sapi terpapar LSD yang dijual di pasaran. Tidak hanya Dinas PKHP, tapi semua masyarakat harus ikut terlibat,” pungkasnya. (red)

Aris HaryantoCacar sapicianjurDinas PKHPHewan ternakLato-latoLSDSapiTerpapar
Comments (0)
Add Comment