CIANJUR – Laga tarkam yang mempertemukan tim sepakbola RW 07 dengan RW 08 di Desa Jati Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, Rabu (6/9/2023), ricuh. Kondisi itu diduga karena ketidakpuasan salah satu tim terhadap kepemimpinan wasit di lapangan.
Berdasarkan informasi, laga yang mempertemukan kedua tim berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Awalnya laga berjalan normal.
Baca juga: Laga Sepakbola Tarkam Ricuh, Ada Penonton Bacok Panitia
Saat skor berubah 1-0 untuk keunggulan sementara tim dari RW 07, seorang pemain dari tim RW 08 melancarkan aksi protes kepada hakim garis. Saat itu situasi bisa terkendali.
Namun usai wasit meniup peluit panjang, pemain dari tim RW 08 kembali mendatangi hakim garis.
Baca juga: Warga Cianjur Rayakan Kemenangan Skuad Garuda Muda atas Tim Gajah Putih pada Final SEA Games
“Saat panitia berupaya mengamankan halim garis, pendukung tim merangsek ke dalam lapangan,” kata Kapolsek Bojongpicung AKP Eriyanto, Rabu (6/9/2023).
Kericuhan pun pecah. Pada rekaman video yang beredar, keributan melibatkan pemain serta suporter dari salah satu pemain. Sempat terlibat diduga ada aksi pemukulan.
Baca juga: Pemkab Cianjur Resmi Melepas 341 Atlet Berlaga di Porprov XIV Jabar
Namun Eriyanto memastikan tidak terlihat jelas adanya aksi pemukulan. Apalagi hingga saat ini tidak ada pihak yang melaporkan menjadi korban pemukulan.
Eriyanto menyebut kericuhan kemungkinan dipicu kesalahpahaman. Sementara turnamen dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI itu dihentikan sementara.
Baca juga: Pengcab PTMSI Kabupaten Cianjur Punya Kepengurusan Baru
“Tapi besok akan dibahas kembali, apakah akan berlanjut dengan berbagai aturan yang ketat atau mau dihentikan total,” pungkasnya. (red)