CIANJUR – Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat terus melakukan pemeriksaan hewan ternak yang akan dikurbankan menjelang Idul Adha 1445.
Pengecekan hewan kurban saat ini dilakukan di peternakan Al-Mubarok yang berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (12/6/2024).
Menurut Kepala Dinas DPKHP Kabupaten Cianjur Aris Haryanto mengatakan, pihaknya menjamin kesehatan hewan ternak yang ada di Kabupaten Cianjur terhindar dari penyakit, karena pihaknya rutin melakukan pengecekan bersama petugas dokter hewan sejak 4 Juni 2024 lalu.
“Secara umum kami memeriksa tentang kesehatannya terus layak tidaknya dikurbankan. Mulai dari suhu, mulai dari gigi dari kulit, mulutnya, kukunya, jadi untuk mengantisipasi adanya penyakit menular pada hewan ternak,” tuturnya, Rabu (12/6/2024).
Selain itu, pihaknya terus melakukan pengawasan termasuk hewan ternak yang masuk dari luar kota. Pasalnya, sebagian besar hewan kurban jenis sapi dipasok dari luar Cianjur.
“Jadi kami pastikan hewan ternak lokal dijamin sehat, tapi kami juga periksa dan cek ulang secara ketat hewan-hewan yang dipasok dari luar seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTT,” jelasnya.
Hingga saat ini, petugas dari dinas sendiri belum menemukan hewan yang terjangkit penyakit. Namun, ada saja hewan yang mengalami demam dan hal tersebut langsung dilakukan penanganan dan hewan masih kayak dikurbankan.
“Kami melaksanakan di seluruh wilayah di Kabupaten Cianjur. Allhamdulilah sampai sejauh ini, walaupun demam-demam, ya sudah kami dispasi sudah kasih obat, tapi kalau untuk secara penyakit menularnya alhamdulilah di Cianjur sampai saat ini jangan sampai ada,” terangnya.
Sementara itu, menurut Dokter Hewan DKPP Provinsi Jawa Barat Septian Widiarto mengungkapkan, dalam hasil pemeriksaan secara fisik, pihaknya tidak menemukan hewan yang mencurigakan dan semuanya dalam keadaan baik serta siap untuk di kurbankan.
“Dari hasil pemeriksaan kami secara fisik, itu tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan jadinya bisa di bilang insyaallah kondisinya baik, dan siap untuk dikurbankan,” terangnya.
Menurutnya, pemeriksaan hewan juga dilakukan semua fisiknya dari ujung kepala sampai ujung ekor hewan ternak tersebut.
“Kami lakukan semuanya sesuai dengan prosedur dan hasilnya sampai sekarang tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan,” bebernya.
Setiap hewan yang sudah dilakukan pengecekan ataupun pemeriksaan dan dinyatakan sehat, akan mendapatkan lebel sehat dari tim kesehatan DPKHP Cianjur.
Dan Hewan tersebut dipastikan kualitasnya layak diperjual belikan serta dagingnya layak di konsumsi atau dikurban.(*/rmd)