CIANJUR – Jalan milik kabupaten penghubung 4 desa di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rusak parah dengan kondisi tanah berlumpur. Bahkan jalan sepanjang 9 kilometer itu tak pernah diperbaiki selama 20 tahun.
Kondisi jalan rusak di Kecamatan Naringgul itupun viral usai fotonya tersebar di media sosial.
Terlihat kondisi jalan tersebut selayaknya lahan pesawahan, di mana tanah merah yang basah usai diguyur hujan tampak seperti lumpur pesawahan. Beberapa kendaraan pun terjebak tengah lumpur pekat tersebut.
Kepala Desa Cinerang, Wandy, mengatakan jalan sepanjang 9 kilometer itu merupakan akses utama ke empat desa yakni Desa Cinerang, Sukamulya, Margasari, dan Karyabakti.
“Ada empat desa di Kecamatan Naringgul yang mengandalkan akses jalan itu. Karena tidak ada akses alternatif,” kata dia.
Menurut dia, kondisi jalan yang rusak parah dengan masih berupa tanah merah itu membuat kendaraan sulit melintas.
“Apalagi kalau sudah hujan deras, sangat susah melintas. Banyak mobil yang memilih nunggu jalan kering, karena jadi tidak bisa maju. Bahkan tergelincir hingga terguling. Kalau sepeda motor harus didorong untuk melalui jalan yang kondisinya paling parah,” kata dia.
Dia menyebut kondisi jalan tersebut membuat masyarakat di empat desa kesulitan untuk menjual hasil bumi. Pasalnya untuk bisa sampai ke Ciwidey Kabupaten Bandung, waktu tempat bisa sampai dua hari.
“Kalau kondisi jalannya setelah hujan perjalanan bisa sampai dua hari. Padahal kalau jalan bagus itu cukup beberapa jam dari desa paling ujung ke Ciwidey,” kata dia.
Dia berharap pemerintah kabupaten segera memperbaiki jalan yang sudah 20 tahun tidak diperbaiki.
“Katanya di musrenbang juga diusulkan tapi belum ada kejelasan. Kami harap ada perhatian, kasian warga. Sudah 20 tahun kondisinya begini,” pungkasnya.(*/rmd)