CIANJUR – Rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur merupakan warisan dari pemimpin daerah sebelumnya. Kini, di kepemimpinan Bupati Cianjur Herman Suherman IPM sedikit demi sedikit terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS) sejak 2018 hingga Kabupaten Cianjur berada di penilaian IPM 2021 Cianjur berada di posisi paling bawah.
Pada 2018 IPM Cianjur di angka 64.62, pada 2019 mengalami kenaikan menjadi 65.38. Namun pada 2020 terjadi penurunan sebesar 0.02, sehingga IPM Cianjur berasa di angka 65.36.
Sementara itu untuk 2021 IPM Cianjur naik menjadi 65,56 poin. IPM Cianjur di tahun lalu di bawah Kabupaten Tasikmalaya dengan 65.90 dan Garut dengan 66.45 poin.
“Insya Allah kita tidak akan mewariskan hal yang kurang baik untuk generasi yang akan datang,” kata Herman, Selasa (1/11/2022).
Saat ini, kata dia, Pemkab Cianjur sekarang fokus setiap kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus linier menyentuh IPM yang nyata.
“Kedepanya IPM yang baik dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.
Dia mengingat ketika menjadi Plt Bupati Cianjur beberapa tahun lalu bahwa pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang terakreditasi hanya 12 lembaga.
“Sekarang sudah ratusan yang sudah terakreditasi sehingga bisa mengadakan ujian sendiri,” tegasnya.
Oleh karenanya, lanjut dia, jumlah siswa di PKBM juga mencapai ratusan orang. “Insya Allah setelah mereka lulus, IPM pendidikan Kabupaten Cianjur akan melejit naik,” pungkasnya.(rmd)
[…] Baca juga: IPM Rendah Warisan Pemimpin Sebelumnya, Kini Meningkat Perlahan Tapi Pasti […]