Bewara Cianjur– Kabar menggembirakan datang bagi para petani jaring apung (Japung) di Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur. Hasil uji laboratorium terbaru menyatakan bahwa ikan hasil budidaya mereka bebas dari kandungan logam berat berbahaya, termasuk merkuri, sehingga aman untuk dikonsumsi.
Kepastian ini menjadi angin segar setelah para petani sempat terpukul akibat pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menyebut ikan dari Waduk Cirata mengandung merkuri dan tidak layak konsumsi. Dampak dari pernyataan tersebut menyebabkan keresahan di pasar, penurunan harga jual ikan, hingga banyaknya penolakan dari konsumen di berbagai daerah.
“Sejak pernyataan itu keluar, kami sangat terpukul. Harga ikan turun drastis, pembeli ragu, bahkan ada petani yang terpaksa menghentikan usahanya. Kami berharap, setiap informasi seperti ini diverifikasi dulu sebelum disampaikan,” ungkap H. Edi Dakum, Ketua Kelompok Petani Japung Cirata, saat ditemui di lokasi pada Jumat (1/8/2025).
Merespons situasi tersebut, para petani berinisiatif melakukan pengujian secara mandiri di laboratorium independen. Hasilnya, ikan-ikan dari Japung Cirata terbukti tidak mengandung logam berat dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Kami ingin mengembalikan kepercayaan publik. Maka kami lakukan tes di laboratorium terpercaya, dan hasilnya menunjukkan bahwa ikan kami aman. Tidak ada kandungan merkuri,” lanjut Edi Dakum.
Dengan keluarnya hasil laboratorium ini, para petani berharap kepercayaan pasar terhadap ikan Cirata dapat kembali pulih. Ribuan kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari usaha perikanan di wilayah tersebut sangat berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah.
Mereka juga meminta agar Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan klarifikasi resmi guna memulihkan citra produk perikanan Cirata yang sempat tercoreng akibat pernyataan sebelumnya. Selain itu, mereka berharap adanya pendampingan hukum dan perlindungan terhadap pelaku usaha kecil, agar tidak kembali dirugikan oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.
“Kami ingin pemerintah hadir, tidak hanya dalam bentuk pernyataan, tapi juga solusi dan perlindungan,” pungkas Edi Dakum.
Dengan hasil uji ini, para petani optimistis pasar akan kembali menerima produk mereka, dan ekonomi masyarakat di sekitar Waduk Cirata bisa kembali bangkit. (Red)