CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur harus memutar otak mengoptimalkan berbagai potensi PAD (pendapatan asli daerah). Pasalnya, besaran dana transfer daerah yang diterima dari pemerintah pusat cenderung menurun setiap tahun.
Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku, terus memantau realisasi pencapaian PAD dari berbagai sektor. Rapat koordinasi dengan para pimpinan perangkat daerah, terutama instansi penghasil, terus diintensifkan.
Baca juga: Penerimaan Pajak Daerah Sudah 57,37 Persen
“Saya minta kepada para pimpinan perangkat daerah agar terus menggenjot potensi-potensi yang bisa dioptimalkan. Anggaran dari pemerintah pusat, dana transfernya semakin hari semakin berkurang,” kata Herman, belum lama ini.
Herman selalu menanamkan rasa optimisme kepada para pimpinan perangkat daerah dan jajarannya bahwa Kabupaten Cianjur masih memiliki banyak potensi pendapatan yang belum tergali. Dibutuhkan kepekaan dan inovasi agar potensi-potensi tersebut harus bisa menjadi sumber PAD.
Baca juga: Pemkab Cianjur Bebaskan Tunggakan Piutang PBB 1994-2014 Senilai Rp94 Miliar
“Bukan waktunya untuk berleha-leha. Manfaatkan setiap peluang yang ada. Gali potensinya supaya bisa jadi sumber PAD,” tegasnya.
Herman menyadari betul pascagempa bumi berimbas cukup signifikan terhadap upaya menggenjot pendapatan. Namun sekarang ini tren laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cianjur sedikit demi sedikit mulai merangkak.
Baca juga: Capaian Pajak Tertinggi Berasal dari Reklame, Bapenda Optimalisasi Target PAD
“Alhamdulillah, sekarang perekonomian di Kabupaten Cianjur mulai menggeliat. Potensi yang perlu digali masih besar. Ini perlu kerja keras kita semua. Semua pihak harus terlibat. Insyaallah ini untuk kemajuan kita bersama,” pungkasnya. (red)