CIANJUR – Dua orang sopir ekspedisi sayuran di Cianjur, Jawa Barat ditangkap polisi usai mengedarkan narkoba jenis sabu.
Pelaku adalah DR (26) dan Er (26), keduanya di tangkap di rumah kontrakannya di kawasan Puncak Cianjur, Kecamatan Cipanas, Cianjur.
Dari keterangan para pelaku, uang dari hasil pengedaran narkoba ini akan mereka gunakan untuk bermain judi online (Judol).
Kasat Narkoba Polres Cianjur AKP Septian Pratama mengatakan, kedua pelaku ini mengedarkan sabu dengan sistem tempel.
“Awalnya kita dapatkan informasi adanya peredaran narkoba. Setelah teridentifikasi, kami langsung amankan dua orang pengedar yakni DR dan Er di rumah kontrakannya tadi malam,” tuturnya,Sabtu (27/7/2024).
Setelah dilakukan penggeledahan di rumah kontrakannya, petugas menemukan barang bukti berupa satu paket besar sabu seberat 51 gram.
“Keterangan dari keduanya paket tersebut baru datang, dan nantinya akan dibagi dalam paket-paket kecil siap edar,” jelasnya.
Septian mengungkapkan dari hasil pemeriksaan, pelaku mendapatkan untung sebesar Rp 500 ribu per orang dari setiap paket sabu yang diedarkan. Uang itu digunakan pelaku untuk bermain judi online.
“Dari 50 gram sabu itu mereka dapat untung Rp 500 ribu per orangnya. Uangnya digunakan untuk kebutuhan dan judi online,” ucapnya.
Dia menuturkan pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut, sebab diduga ada otak dari kelompok pelaku tersebut. “Kita masih lakukan penyelidiikan untuk menangkap otak dan bandar besarnya,” ungkapnya.
Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan Pasal 132 juncto Pasal 114 dan 112 Undang-undang Ri nmor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun.
Di sisi lain, DR pengedar narkoba mengaku jika sudah empat kali mengedarkan narkoba jenis sabu dengan sistem tempel.
Menurutnya uang tersebut memang digunakan untuk bermain judi online dengan harapan uang tersebut bisa berlipat ganda.
“Banyaknya dipakai main judi online. Supaya uangnya bisa berlipat ganda dari judi. Tapi selama bermain judi bukannya menang tapi kalah terus, makanya uang dari edarkan sabu habis,” tutupnya.(*/rmd)